Kodam XXIV/Mandala Trikora mencetak sejarah melalui pengukuhan 1.683 prajurit sebagai pemegang Sabuk Hitam INKAI. Kegiatan ini sekaligus memecahkan Rekor MURI untuk pelaksanaan ujian Sabuk Hitam terbanyak di Indonesia, yang digelar terpusat di Lapangan Upacara Kodam XXIV/MT, Jl. Poros Tanah Miring, Merauke.

Upacara dipimpin langsung oleh Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., dan dihadiri Gubernur Papua Selatan Prof. Dr. Apolo Safanpo, pejabat Forkopimda, unsur pimpinan Kodam XXIV/MT, serta pengurus KONI, FORKI, dan INKAI wilayah Timur dan Papua Selatan.
Pengukuhan dilakukan melalui rangkaian kegiatan yang meliputi pengucapan Sumpah Karate, Penganugerahan Sabuk Hitam Kehormatan INKAI, serta demonstrasi karate oleh prajurit. Prosesi penyematan sabuk kehormatan dipimpin Ketua Dewan Guru INKAI, disertai pembacaan surat keputusan, pemberian ijazah, dan penyerahan KTA DAN Kehormatan.
Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa pencapaian rekor ini mencerminkan profesionalisme dan keseriusan Kodam XXIV/MT dalam membangun kualitas prajurit.
“Rekor MURI ini bukan sekadar jumlah, tetapi komitmen kami membangun prajurit yang disiplin, berintegritas, dan bermental petarung,” ujar Pangdam.
Ia menekankan bahwa Sabuk Hitam bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal tanggung jawab baru.
“Sabuk Hitam adalah amanah. Terus berlatih, jaga etika, dan jadilah teladan di satuan masing-masing,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, INKAI memberikan Sabuk Hitam Kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa mendukung pembinaan karate di Papua Selatan, antara lain:
Gubernur Papua Selatan
Bupati Merauke
Unsur pimpinan Kodam XXIV/Mandala Trikora
Selain itu, penganugerahan juga diberikan kepada 21 pejabat Kodam, dan tokoh daerah sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi acara.
Setelah kegiatan penganugerahan, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian DAN INKAI yang diikuti prajurit dari:
Makodam XXIV/MT – Merauke
Mayonif TP 803/KYK – Boven Digoel
Mayonif TP 819/PIBP – Mappi
Proses penghitungan peserta dilakukan secara resmi sebelum dicatat oleh perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yang kemudian mengumumkan keberhasilan Kodam XXIV/MT memecahkan rekor nasional tersebut.
Pangdam berharap momentum ini menjadi penguat dalam pembinaan bela diri dan karakter prajurit di seluruh jajaran Kodam XXIV/MT.
“Karate bukan hanya teknik bertarung, tetapi pembentukan karakter dan moral prajurit. Dengan kekuatan mental yang baik, mereka siap menghadapi tantangan tugas di Tanah Papua.”
Rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan Mars INKAI, ramah tamah, pemutaran video kegiatan, serta sambutan dari Sekjen PP INKAI dan Pangdam XXIV/MT.



